MARIO HALING

Inspirasi ku

MARIO HALING

Tentang Dia

MARIO HALING

Cerprn ku

MARIO HALING

Kisah cinta nya

Ku Pendarkan Cinta pada-Nya






Kubiarkan hujan membasahi dunia, Seakan meminta jejak langkah yang ada
Kugoreskan banyak cerita pada-Nya, Penuh duka dan luka yang berdarah
Seperti inikah cinta ? Ketika kupaksakan senyuman dalam lara
Menyayat pelan ceritanya, Menunggu masa melenyapkan sakitnya

Dan pada akhirnya, Aku berbicara pada sang waktu,
Memintanya untuk membahagiakanmu, Mewakili kegenap kerinduaku
Tak mampu kukatakan segala emosi, Tentang hati yang jelas tersakiti
Ia meratap penuh arti, mengharap bagaikan ilusi sunyi

Dan disinilah jiwaku terpaku, menatap bunga ditamanmu
Namun, tak kumiliki banyak waktu untuk itu
Pelan, bahkan sangat pelanku melangkah darimu
Tak lepas dari rasa syukurku, Oh Rindu..

Aku berdiri dibalik tirai besi yang semu
Menyerahkan cerita dan rasaku yang menggebu
Membawa cintanya dalam do’aku
Membiarkannya melupakan masa lalu

Tuhanku,
Telah kubiarkan cintanya merapuh dalam angan
Meluruhkan setiap harapan tanpa tujuan
Untuk-Mu, ketulusan Iman dan pengabdianku.


Sidoarjo, 8 Maret 2015


Hujan Kesayangan


Setiap kali langit mulai meredupkan cahayanya
Aku berjalan ke muara sungai yang sama
Terdiam, merasakan kesejukan yang tersirat
Dari jutaan angin yang penuh semburat

Tetesan penghidup dunia mulai menyapa
Jatuhnya selalu penuh berkah
Merasuk, dan mengalir di setiap celah
Tak pernah mengeluh dan menyerah

Dan saat bias langit mulai kembali
Mengantikan kemurungan mentari
hujan mendatangkan pelangi
sebagai bukti keindahan telah kembali

Pelangi…
Seputih sinar matahari saat pagi
Mengekalkan dengan sinar ya]ng abadi
Membias langit terhadap diri
yang datang penuh misteri.

Senja tak pernah membawamu kembali




Aku berdiri dibatas Kota
Dimana kita biasa bersua
Meramu bahagia dengan masa
Bertahan dalam segenap rasa

Aku bertahan dibatas Senja
Bersama bayang yang tak pernah sirna
Ingatkanku pada masa yang tak terjarah
Tentang waktu yang membuatmu menyerah

Aku bersandar pada masa diujung malam
Berharap Senja menerangkan kelam
Aku tersenyum penuh harap di bukit mimpi
Berharap waktu membawamu kembali

Ah,
Akhirnya aku kembali pada lingkar kehidupan
Dimana aku dan kamu tak lagi satu harapan
Dimana Senjaku tak pernah memberi kesempatan

Senja dibatas hari…
Kutitipkan ceritaku pada sinaranmu
Biarlah, kesendirianku menjadi warna Abu
Namun, tak kubiarkan Ia menggerus Keindahanmu

Kubertahan dalam dunia hening
Bersama alunan denting
Untukmu, Senjaku